Jumat, November 21, 2008

Maha, Disampingku

Mintalah apa yang ingin kamu pinta, Dia yang Maha Kaya tidak akan pernah bangkrut dan merugi. Dia yang menciptakan jajaran milyader dan trilyuner dunia. Menangislah disaat kamu sedih, Dia yang Maha Ceria tidak akan mengatakan kau cengeng dan rentan, justru dia akan mengembalikan senyum manis diwajah pucatmu. Kreatiflah, Dia yang Maha Inspiratif akan memberimu jutaan ide brilian gabungan Einstein Beethoven ato gabungan Al Khawarijmi Kahlil Gibran ato malah gabungan dahsyatnya Lintang dan “art freak”nya Mahar. Majulah, Dia yang Maha Pantang Menyerah akan selalu memberimu semangat bahkan disaat banyak teman dan saudara menjatuhkanmu. Dia sendiri yang akan membackup mu.

(kutipan berikut disadur dari sebuah milis financial : maaf penulis lupa alamatnya :), tapi yang pasti sangat indah)
**********************************************************************************
Aku meminta Allah untuk menyingkirkan deritaku,
Allah menjawab; “TIDAK Aku tidak mau menyingkirkannya…tapi untuk engkau kalahkan…”

Aku minta agar Allah menghilangkan cacatku,
Allah menjawab; “TIDAK,….Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara….”

Aku memohon agar Allah memberiku kesabaran…
Allah menjawab; “TIDAK,..Kesabaran adalah hasil dari kesulitan…ini tidak dihadiahkan tapi dipelajari”

Aku minta Allah memberiku kebahagiaan,..
Allah menjawab; “TIDAK,..Aku memberi berkah, kebahagiaan adalah upaya kamu untuk mencarinya……”

Aku minta Allah pupuskan penderitaan ini,…
Allah menjawab; “TIDAK,…Penderitaan membawamu jauh dari duniawi dan membawamu lari mendekatiKU”

Aku minta Allah membantuku mengasihi orang lain seperti DIA mengasihiku,…
Allah menjawab; “………………ahhh akhirnya kamu faham sekarang..
**********************************************************************************

Dia tidak akan takut kamu jauh dari Nya, tapi ingatlah Dia sayang dirimu dan selalu disampingmu.

jika mimpi

karya ini sebenarnya sudah ada pada blogku yang lain. Tapi sepertinya hari ini lagi ingin posting coretan yang ini. So enjoy ...

terali yang gundah mengalun rantainya
meregang jiwa tak ada jejak
sesali raga yang bergumam lebat
sisihkan tangis dengan terus penasaran

lelapkan takbir pada singgasana nurani
tersampaikan..
pasti..
lalu merundung menunduk membungkuk

rinjani diseberang sana
seolah kelam yang bercahaya
rengkuhkan sosok tanpa bayang
brutal dan tak berdaya

kalibrasi dari semua
hanya angan dan lebam saja
tanpa iya dan baiknya

rahasia tanpa syarat
retakkan belenggu yang terkais atap
aku terbagi terkotak terurai
aku menyatu

jika mimpi . . .

Aku ingin menulis kembali

Jiwa ini terpanggil untuk menuangkan hari hari yang kulalui. Banyak agenda yang dilaksanakan teruntuk diriku. Mengisahkan yang terlewat dan akan terjadi, aku mencoba kembali dalam dunia kreatifitas. Kecerdasan, sakit hati, jiwa sendiri, kekonyolan, kuliner, antar personal, komunitas dan banyak hal akan ku ungkap dalam “kertas mayaku”. Semua jiwaraga yang mendukung untuk selalu menulis, aku berucap terima kasih tak terkira. Kiranya itu yang kuhaturkan. Selamat menikmati.